artitudesgallery โ Foto produk yang dibuat dengan susah payah tiba-tiba muncul di toko lain dengan harga lebih murah. Pengalaman seperti ini sering dialami penjual dan seniman online. Pencurian tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, tetapi ada langkah untuk mempersulit dan menindaknya.
Langkah 1Watermark yang wajar
Tambahkan logo atau nama toko pada foto dengan transparansi yang tidak mengganggu tampilan produk. Letakkan di area yang sulit dipotong tanpa merusak foto.
Untuk karya seni, unggah gambar dengan resolusi yang cukup untuk dilihat tetapi tidak untuk dicetak ulang.
Langkah 2Simpan bukti karya
Simpan file asli dengan data kamera, sketsa, dan file kerja desain. Bukti ini membantu menunjukkan bahwa Anda adalah pembuat karya bila terjadi sengketa.
Catat tanggal pertama kali karya dipublikasikan.
Langkah 3Hak kekayaan intelektual
Hak cipta melekat secara otomatis saat karya diwujudkan, tetapi pencatatan ciptaan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dapat memperkuat bukti. Untuk nama dan logo usaha, pertimbangkan pendaftaran merek.
Cek prosedur dan biaya terbaru di situs resmi DJKI.
Langkah 4Melaporkan pelanggaran
Sebagian besar marketplace dan media sosial memiliki formulir laporan pelanggaran hak kekayaan intelektual. Sertakan tautan pelanggaran dan bukti kepemilikan.
Tetap tenang dan profesional; hindari mempermalukan pihak lain di media sosial tanpa bukti yang kuat.
- Watermark yang wajar
- Simpan bukti karya
- Hak kekayaan intelektual
- Melaporkan pelanggaran
Artikel ini adalah informasi umum, bukan nasihat hukum atau pajak. Peraturan dapat berubah; periksa ketentuan terbaru di situs resmi instansi terkait atau konsultasikan dengan profesional.